KALAU SAMPAI WAKTU KU

5:51:00 PM / Nurkilan Ofa HS /

Puisi ini dideklamasikan oleh Ofa pada Anugerah Ketua Jabatan dan Malam Pra-Graduan Jabatan Teknologi Maklumat dan Komunikasi sesi Januari 2009 (06.04.2009)

Dalam mencari kebenaran hakiki
Tiada lagi kuingat selain nama Mu
Betapa nama itu sentiasa memenuhi ruang hati
Pun amat payah menyedari
Kau ada di sisi

Nama Mu Yang Maha Agung
Telah kudengar sejak pertama kali kurasa
Dinginnya udara Mu dan cerahnya siang Mu
Aku tahu ada iringan janji bersamaku
Janji yang lahir dari jiwa yang putih
Tetapi janji itu telah diwarnai hidupku
Dan kini aku kembali mencari diri Mu

Bosan benar hatiku kini dengan segala lagu
Tidak merayu mendayu
Bagaikan siul jiwa mendesak perindu
Mencari hentian tiada tentu yakninya

Hari ini aku ingin menjadi si pecinta?
Membakar jiwamu dengan henyak
Mengekal kata dan bahasa
Menukar lemah makna menjadi geledak bara.

Aku benar mahu menjadi sang pecinta
Beraikan bahasa penjajah
Kelarkan kata pengkhianat
Jadi melayu tidak akan lupa

Ada mimpi di jalan ini
Ada nyanyi separuh merdu
Di tengah pagi
Sewaktu pemerintah diganti
Sekarang bungkus mimpi dibuka
Di dalamnya dijumpai kecewa
Kelabu, kotor, berbau sampah.
Beribu penyanyi tertarung
Di gunung-gunung kecil berasap
Dan rela tidak kembali,
Nyanyiannya dijeruk asap
Rintih miskin melanda suara.

Jalan masih pecah
Ada langit berbayang
Di lopak hijauWalau hitam
Tapi masih langit.

Kalau sampai waktuku
‘Ku mahu tak seorang kan merayu mendayu
Tidak juga kan
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang menerjah
Luka dan bisa ku bawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mahu hidup seribu tahun lagi

Tuhan, bantulah aku
Telah jauh aku menyimpang dari jalan Mu
Terlalai aku oleh setitis ilmu Mu
Bukalah kembali pintu hatiku
Terimalah kembali segala amalku
Dalam mencari kebenaran hakiki
Betapa pun terasa amat payah
Aku menanti penuh harap
Akan titik pertemuan itu

Label:

0 Pandangan Pelayar:

Post a Comment