SHOW

12:13:00 PM / Nurkilan Ofa HS / Pandangan Pelayar (0)

ku dihalaman rindu

Di tengah kepekatan malam
Berdiri aku di halaman rindu
Dihembus kenangan lalu
Menjelma seraut wajah
Sekuntum bunga yang pernah ku puja
Tapi layu akhirnya

Ingin ku tembus tembok silam
Dan membaiki kesilapan kita
Yang tiada kita rasa
Dahulu maaf tak bererti
Darah muda menguasai diri
Begitu mudah membenci

Ku di halaman rindu
Hanya berteman bunga yang layu
Ku di halaman rindu
Tiada harum tiada madu

Oh kesalku membeku di kalbu
Oh sayangku penawar rindu
Oh kasih ku hanyalah untuk mu


Show 29nov08 perdana resort (ku dihalaman rindu)

Show 23jan08 up town d'kota (ku dihalaman rindu)

Label:

ASTAGFIRULLAH

2:11:00 PM / Nurkilan Ofa HS / Pandangan Pelayar (0)


Laa ilahaa’illa anta
Ya hayyu ya qoyyum
Subhanallah wabihamdihi
Subhanallah hiladzim

Kubuka jendela pagi di udara yang letih
Deru geram nyanyian jaman
Bersama berjuta wajah kuarungi mimpi hari
Halalkan segala cara untuk hidup ini

Nafsu jiwa yang membuncah
Menutupi mata hati
Seperti terlupa bahwa nafaskan terhenti

Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, aladzim
Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, aladzim

Kubuka jendela pagi dan dosapun menghampiri
Suara jerit hati kuingkari

La ilaha illa anta ya
Subhanaka inni kuntu
Minallahdholimin

Label:

PERLUKAH

12:59:00 PM / Nurkilan Ofa HS / Pandangan Pelayar (0)

kumpulan Forheart
(pernah merakam lagu ini)

Lagu ini didendangkan oleh Ofa pada Anugerah Ketua Jabatan dan Malam Pra-Graduan Jabatan Teknologi Maklumat dan Komunikasi sesi Januari 2009 (06.04.2009)

Menitis airmata ku
Hilangnya sahabat sejati
Yang dia yang dikau ku merindu
Persahabatan abadi

**
Setiap detik teringatkan dikau
Walaupun kau pergi membawa diri
Kasih sayang kita tidak terjangkau
Ditemukan impian yang murni

*
Perlukah daku ditinggalkan
Perlukah engkau melupakanku
Perlukah ada rasa kesangsian
Perlukah ada rasa rindu (ulang *, **)

Label:

SELAMAT DATANG KALI TERAKHIR

6:00:00 PM / Nurkilan Ofa HS / Pandangan Pelayar (0)

Dideklamasikan oleh :Puan Rasmaliza Rashid, pada malam Anugerah Ketua Jabatan dan Malam Pra-Graduan Jabatan Teknologi Maklumat dan Komunikasi 2009

Setelah kabut kenangan tercorak di halaman seberang
Telah datang azam di gerbang pekenalan
Untuk membawa sebuah perkhabaran tentang
masa, jejak dan peribadi
yang indah lagi terpuji
di dada hari tang di titi

“Selamat datang impian
engkau menghadirkan sebuah peta perjalanan
untuk diredah dan ditatang pengalaman
dengan penuh waspada lagi direncana.”

Semoga apa yang dibentang
pada akal nan terang
Membuahkan sebuah kejayaan
biar penuh kepayahan dengan ungkaian kemelut
diiringi ketabahan yang bertaut

Mengapa tidak kita lakukanBuat kali terakhir sayang-sayang ku;Mungkin kau lupaPuisi itu telah lama tidak kita dengarkanDan lagu itu telah lama tidak daku dendangkanMengapa tidakKita lakukanBuat kali terakhirBukankah telah kita taburkan janjidi setiap penjuru kotaDan telah kita jalinkan persaudaraanselama kita bersamaMengapa tidakBuat kali terakhirKita bersama sekali lagiDengan kata penuh kemesraanMengucapkan salam perpisahan

Menantimu hingga ke hujung pertemuan
Dengan harapan diri pedoman
Mengutip teladan
Dan kini aku bersedia mendayung ke seberang
Dengan dada yang lapang.

Membuai, pelawa mu
Impian. Terakhir.

Label:

KALAU SAMPAI WAKTU KU

5:51:00 PM / Nurkilan Ofa HS / Pandangan Pelayar (0)

Puisi ini dideklamasikan oleh Ofa pada Anugerah Ketua Jabatan dan Malam Pra-Graduan Jabatan Teknologi Maklumat dan Komunikasi sesi Januari 2009 (06.04.2009)

Dalam mencari kebenaran hakiki
Tiada lagi kuingat selain nama Mu
Betapa nama itu sentiasa memenuhi ruang hati
Pun amat payah menyedari
Kau ada di sisi

Nama Mu Yang Maha Agung
Telah kudengar sejak pertama kali kurasa
Dinginnya udara Mu dan cerahnya siang Mu
Aku tahu ada iringan janji bersamaku
Janji yang lahir dari jiwa yang putih
Tetapi janji itu telah diwarnai hidupku
Dan kini aku kembali mencari diri Mu

Bosan benar hatiku kini dengan segala lagu
Tidak merayu mendayu
Bagaikan siul jiwa mendesak perindu
Mencari hentian tiada tentu yakninya

Hari ini aku ingin menjadi si pecinta?
Membakar jiwamu dengan henyak
Mengekal kata dan bahasa
Menukar lemah makna menjadi geledak bara.

Aku benar mahu menjadi sang pecinta
Beraikan bahasa penjajah
Kelarkan kata pengkhianat
Jadi melayu tidak akan lupa

Ada mimpi di jalan ini
Ada nyanyi separuh merdu
Di tengah pagi
Sewaktu pemerintah diganti
Sekarang bungkus mimpi dibuka
Di dalamnya dijumpai kecewa
Kelabu, kotor, berbau sampah.
Beribu penyanyi tertarung
Di gunung-gunung kecil berasap
Dan rela tidak kembali,
Nyanyiannya dijeruk asap
Rintih miskin melanda suara.

Jalan masih pecah
Ada langit berbayang
Di lopak hijauWalau hitam
Tapi masih langit.

Kalau sampai waktuku
‘Ku mahu tak seorang kan merayu mendayu
Tidak juga kan
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang menerjah
Luka dan bisa ku bawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mahu hidup seribu tahun lagi

Tuhan, bantulah aku
Telah jauh aku menyimpang dari jalan Mu
Terlalai aku oleh setitis ilmu Mu
Bukalah kembali pintu hatiku
Terimalah kembali segala amalku
Dalam mencari kebenaran hakiki
Betapa pun terasa amat payah
Aku menanti penuh harap
Akan titik pertemuan itu

Label: